Bab: Kalam dan Sesuatu Yang Tersusun Darinya
الْكَلَامُ وَمَا يَتَأَلَّفُ مِنْهُ
Bab: Kalam dan Sesuatu yang Kalam Tersusun Darinya
كَلاَمُنَا لَفْظٌ مُفِيْدٌ كَاسْتَقِمْ (8) وَاسْمٌ
وَفِعْلٌ ثُمَّ حَرْفٌ الْكَلِمْ
Kalam menurut kami
(ulama nahwu) adalah lafaz yang memberi faedah (makna sempurna), seperti
ucapan استقم
Adapun kalim (unsur pembentuk kalam) terdiri dari isim, fi‘il,
dan huruf.
وَاحِدُهُ كَلِمَةٌ وَالْقَوْلُ عَمْ(9)
وَكِلْمَةٌ بِهَا كَلاَمٌ قَدْ يُؤمْ
Satu dari kalim disebut kalimah, adapun
qaul itu bersifat umum
Dan terkadang satu kalimah saja sudah dapat bermakna kalam (seperti kata
perintah).
بِالْجَرِّ وَالتَّنْوِيْنِ وَالنِّدَا وَاَلْ
(10) وَمُسْنَدٍ لِلِاسْمِ تَمْيِيْزٌ
حَصَلْ
Dengan jar, tanwin, nida’, al-,
dan menjadi musnad ilaih,
maka tampaklah tanda pembeda kalimah isim.
بِتَا فَعَلْتَ وَأَتَتْ وَيَا افْعَلِي
(11) وَنُوْنِ أَقْبِلَنَّ فِعْلٌ
يَنْجَلِي
Dengan ta’ pada فعلتَ, ta’ pada أتتْ, ya’ pada افعليْ
dan nun taukid pada أقبلنَّ, maka jelaslah bahwa
itu adalah fi‘il.
سِوَاهُمَا الْحَرْفُ كَهَلْ وَفِي وَلَمْ
(12) وَفِعْلٌ مُضَارِعٌ يَلِي لَمْ
كَيَشْمْ
Selain isim dan fi‘il, maka itu adalah huruf, seperti هل, في,
dan لمْ.
Dan tanda fi‘il mudhāri‘ adalah dapat dimasuki “لمْ”, seperti لم يشم.
وَمَاضِيَ
الأَفْعَالِ بِالتَّا مِزْ وَسِمْ (13) بِالنُّوْنِ فِعْلَ الأَمْرِ إِنْ أَمْرٌ فُهِمْ
Dan fi‘il māḍī dapat dibedakan dengan ta’.
Sedangkan fi‘il amr, tandanya adalah menerima nun taukid, jika kata tersebut memang dipahami sebagai perintah.
وَالأَمْرُ إِنْ لَمْ يَكُ لِلنُّوْنِ مَحَلْ (14) فِيهِ
هُوَ اسْمٌ نَحْوُ صَهْ وَحَيَّهَلْ
Kata perintah jika tidak memungkinkan dimasuki nun taukid,
maka ia dikategorikan sebagai isim fi’il, seperti صَه dan حيهل
🔗 Kembali ke Daftar Isi Terjemah Nadham Alfiyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar