SYAIR HADROTUS SYAIKH HASYIM ASY'ARY | Pendiri NU
Tak ada satu pun
di dunia ini yang kekal. Maka,
ukirlah cerita
indah sebagai kenangan. Karena dunia memang sebuah cerita
أَلَا لِيَقُلْ مَا
شَــاءَ مَنْ شَاءَ إِنّماَ ۞ يُلاَمُ الفَتـــىَ فِيْمَا اسْتَطَاعَ مِنَ اْلأَمْرِ
Ungkapkanlah apa
yang ingin diungkapkan.
(Jangan ragu) pemuda memang selalu dicemooh
lantaran kecakapannya.
ذَرِيْنِيْ أَنَالُ
مَا لَا يُناَلُ مِنَ اْلعُلَى ۞ فَصَعْبُ العُلىَ فِي الصَّعْـــبِ وَالسَّهْلُ
Biarkan aku meraih
kemuliaan yang belum tergapai.
Derajat kemuliaan
itu mengikuti kadar kemudahan dan kesulitannya.
فِي السَّهْلِ
تُرِيْدِيْنَ إِدْرَاكَ المَعَالِي رَخِيْصَةً ۞ فَلَا بُدَّ دُوْنَ الشَّهْدِ مِنْ إِبَرِ النَّحْلِ
Engkau kerap ingin
mendapatkan kemuliaan itu secara murah.
Padahal pengambil
madu harus merasakan sengatan lebah.
سَتُبْدِيْ لَكَ
الأَيَّامُ مَا كُنْتَ جاَهِلاً ۞ وَيَأْتِيْكَ بِاْلأَخْبَارِ مَا لَمْ تُزَوِّدِ
Kelak waktu akan
memperlihatkan dirimu sebagai orang yang bodoh,
dan membawakan
kabar untukmu tentang perbekalan yang kosong.
لَقَدْ غَرَسُوْا
حَتَّى أَكَلْناَ وَإِنَّناَ ۞ لَنَغْرَسُوْا حَتَّى يَأْكُلَ النَّاسُ بَعْدَنَا
Para pendahulu
telah menanam sehingga kita memakan buahnya.
Sekarang kita juga
menanam agar generasi mendatang memakan hasilnya.
إِذَا فَاتَنِيْ
يَوْمٌ وَلَمْ أَصْطَنِعْ يَدًا ۞ وَلَمْ أَكْتَسِبْ عِلْماً فَمَاذَاكَ مِنْ عُمْرِيْ
Tatkala waktuku
habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?
Dikutip dan diterjemah ulang dari KH A Wahid Hasyim | Mengapa Saya
Memilih Nahdlatul Ulama, Bandung: Mizan, 2011
