Muqadimah Penulis
Muqaddimah Penulis
Bismillah, alhamdulillah.. puji
syukur kami langitkan teruntuk Allah SWT, Tuhan semesta alam, teriring shalawat
serta salam semoga memenuhi alam kepada nabi agung Muhammad SAW. Dimalam
Nisfu Sya’ban 1447 H, atau bertepatan tgl 2 Februari ini keinginanku memuncak
meskipun lama terpendam, untuk menuliskan bait-bait “Alfiyah Ibnu Malik”
berikut terjemah dan penjelsannya.
Semoga Allah SWT, Yang Maha Memilih
dari semua makhluk dan segala kejadian menuntun jari-jari ini, meluruskan yang
bengkok dari jalan pencari kebenaran, menuntunnya hingga sampai pada keridha’an.
Dengan harapan, semoga memberikan kemanfaatan untuk para pencari ridho-Nya,
mempermudah mempelajari Bahasa Arab, Bahasanya ahli syurga, dan Bahasa firman
Allah SWT serta Nabi yang paling dikasihiNya, Nabi Muhamad SAW.
Saya akan menulis setiap nadham di
Blog ini dan menerjemahkan dalam bahasa indonesia, kemudian akan saya tambahkan
keterangan jika diperlukan, saya tidak akan menjelaskan tarkib/susunan bait
kecuali jika diperlukan. Dengan ini semoga menjadikan tulisan yang ringkas akan
tetapi tidak membosankan. Dan akan saya awali nadhom yang pertama, sebagaimana tabarrukan
dimalam nisfu Sya’ban ini.
قَـالَ مُحَمَّد هُوَ ابنُ مَـالِكِ *** أَحْمَدُ رَبِّي اللَّهَ خَيْرَ مَالِكِ
Syaikh Muhammad Ibnu Malik
berkata: Aku memuji kepada Allah Tuhanku sebaik-baiknya Dzat Yang Maha
Memiliki.
Keterangan
Syaikh Muhammad bin Malik, Nama lengkap beliau adalah Syaikh
Muhammad bin Abdullah bin Malik al-Tha'i al-Jayyani, yang lebih dikenal dengan
sebutan Ibnu Malik. Beliau lahir di Jayyan (Jaén), Andalusia (sekarang
Spanyol), pada tahun 600 H (1204 M).
Ibnu Malik tumbuh di masa keemasan ilmu pengetahuan di Andalusia.
Namun, demi memperdalam ilmunya, beliau melakukan rihlah (perjalanan) ke Timur
Tengah: Damaskus: Beliau menetap lama di sini, mengajar, dan menulis
karya-karya besarnya.
Aleppo (Halab): Tempat beliau menimba ilmu dari ulama-ulama besar
pada masanya.
Beliau dikenal sebagai pakar bahasa Arab (Lughah), Nahwu, Shorof, dan Qira'at
yang tak tertandingi pada zamannya.
Meskipun memiliki banyak karangan, kitab Al-Khulashah al-Alfiyyah
(yang kita kenal sebagai Alfiyah Ibnu Malik) adalah mahakaryanya. Kitab ini
terdiri dari 1.002 bait nadhom (syair) yang merangkum kaidah-kaidah rumit Nahwu
dan Shorof dengan gaya bahasa yang ringkas namun padat.
Ibnu Malik dikenal sebagai sosok yang sangat religius, tawadhu,
dan tekun. Beliau wafat di Damaskus pada tahun 672 H (1274 M). Keikhlasan
beliau dalam mengajar terbukti dari warisan ilmunya yang tetap dipelajari dan
dihafalkan hingga hari ini, lebih dari 700 tahun setelah kewafatannya.
Sejenak, patut kita mengingat kembali perkataan Imam Syafi’I rahimahullah
"Barangsiapa yang mempelajari bahasa Arab, maka akan lembut
tabiatnya." Maka mempelajari Alfiyah Ibnu Malik bukan sekadar menghafal
bait syair, melainkan upaya menjaga kemurnian pemahaman terhadap sumber hukum
Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar