Ulinuha Asnawi

Catatan Ilmu Alat · Nahwu · Shorof · Alfiyah · Balaghah

DOA SAPU JAGAT

"Doa Sapu Jagad?" Doa ini sangat populer dikalangan umat Islam, bahkan hampir setiap umat Islam hafal doa ini, atau minimal tidak asing ditelinga mereka. Secara mendasar doa ini digunakan sebagai penutup doa oleh para imam di majelis-majelis halaqah mereka, atau di akhir penutup shalat jama’ah juga tidak ketinggalan dengan menyertakan doa ini.


Kenapa disebut Doa Sapu Jagad? Sapu Jagad sendiri sebuah istilah peribahasa Indonesia yang bermakna “Meriam besar, Hantu rimba, atau Meliputi keseluruhannya” jadi pengambilan nama ‘sapu jagad’ besar kemungkinan diserap dari peribahasa Indonesia dari makna diatas. Intinya “Doa yang dahsyat dan meliputi keseluruhan doa” hal ini, sesuai dengan makna dari pada doa ini, yaitu; memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Bukankah ini permintaan setiap manusia yang pernah bernafas dibumi ini.

 

Diantara bukti otentik lain, bahwa al-Imam Muslim rahimahullah memberikan satujudul khusus mengenali doa ini dalam kitab shahihnya, setelah beliau memberikan satu sub judul ini, beliau mengatakan:

Telah mengatakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah mengatakan kepadaku Isma’il yakni Ibnu ‘Ulaiyah dari Abdul ‘Aziz yaitu Ibnu Syuhaib, ia mengatakan: Telah bertanya Qatadah kepada para sahabat Nabi, doa apa yang paling sering dilantunkan baginda Nabi Muhammad SAW? Para Sahabat Nabi menjawab: Tidak lain doa yang sering dilantunkan baginda Nabi adalah doa:

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


ROBBANAA AATINA FID DUNYAA HASANAH, WA FIL AAKHIROTI HASANAH, WA QINAA ‘ADZABAN NAAR


Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka


Setelah menyitir riwayat hadits ini, Imam Muslim juga menambahkan bahwa Sahabat Nabi Anas bin Malik ketika berdoa tidak pernah meninggalkan doa ini. Ungkapan ini diperkuat penulisannya setelah meriwayatkan hadits mulia ini. Ia mengatakan:


Telah mengatakan kepadaku ‘Ubaidah bin Mu’adz, telah mengatakan kepadaku ayahku, telah mengatakan kepadaku Syu’bah dari Tsabit dari riwayat Anas bin Malik, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW sering melantunkan doa ini “Doa Sapu Jagad”.


Untuk keterangan terperinci Anda bisa melihat kalimat setelah ini:

Doa sapu jagad tersebut diucapkan ketika telah selesai menunaikan manasik haji, terutama banyak dibaca di hari-hari tasyrik di bulan Dzulhijjah sebagaimana anjuran sebagai salaf. Ayat yang menyebutkan hal ini;
فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آَبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ (200) وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (201)
 

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Rabb kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” [QS. Al Baqarah: 200-201].


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اَللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan: 

لَمْ يَدْعُ نَبِيّ وَلَا صَالِح بِشَيْءٍ إِلَّا دَخَلَ فِي هَذَا الدُّعَاءِ


Tidaklah seorang Nabi maupun orang shalih berdoa melainkan mereka menggunakan doa ini.” [Fathul Bari, 2: 322].
Imam Nawawi tentang doa ini menyebutkan;


وَأَظْهَرُ الْأَقْوَال فِي تَفْسِير الْحَسَنَة فِي الدُّنْيَا أَنَّهَا الْعِبَادَة وَالْعَافِيَة ، وَفِي الْآخِرَة الْجَنَّة وَالْمَغْفِرَة ، وَقِيلَ : الْحَسَنَة تَعُمّ الدُّنْيَا وَالْآخِرَة

Pendapat yang lebih tepat mengenai tafsiran ‘kebaikan di dunia’ adalah ibadah dan ‘afiyah (kesehatan). Sedangkan ‘kebaikan di akhirat’ adalah surga dan ampunan Allah. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa kebaikan di situ mencakup umum untuk seluruh kebaikan di dunia dan akhirat.” [Syarh Shahih Muslim, 17: 13].


Ibnu Katsir menyatakan, “Doa sapu jagad ini berisi permintaan kebaikan di dunia seluruhnya dan dihindarkan dari seluruh kejelekan. Yang dimaksud kebaikan dunia adalah nikmat sehat, rumah yang lapang, istri yang penuh dengan kebaikan, rizki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, kendaraan yang menyenangkan, pujian yang baik serta kebaikan-kebaikan lainnya dengan berbagai ungkapan dari pakar tafsir. Apa yang disebutkan oleh para ulama pakar tafsir semuanya tidaklah saling bertentangan. Karena seluruh kebaikan dunia tercakup dalam doa tersebut.


Adapun kebaikan di akhirat yang diminta dalam do’a ini tentu saja lebih tinggi dari kebaikan di dunia yaitu dimasukkannya ke dalam surga, dibebaskan dari rasa khawatir (takut), diberi kemudahan dalam hisab (perhitungan amalan) di akhirat, serta berbagai kebaikan akhirat lainnya.


Adapun permintaan diselamatkan dari siksa neraka mengandung permintaan agar kita dibebaskan dari berbagai sebab yang menjerumuskan ke dalam neraka yaitu dengan dijauhkan dari berbagai perbuatan yang haram dan dosa, dan diberi petunjuk untuk meninggalkan hal-hal syubhat (yang masih samar/abu-abu) dan hal-hal yang haram.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2: 122).


Doa yang sering kita ucapkan ini ternyata punya kandungan makna yang mendalam. Semoga bisa diamalkan dan dipahami maknanya sehingga kita pun bisa bersungguh-sungguh dalam berdoa.

Tidak ada komentar: